0

Rokok Mengakibatkan Gondok Beracun Kambuh

Rokok Mengakibatkan Gondok Beracun Kambuh

Peran dari Gen Cytotoxic T Lymphocyte-Associated Protein-4, Gen Tiroglobulin, Gen Thyroid Stimulating Hormone Receptor serta Sel T Regulator sebagai faktor risiko kambuh pada penyakit gondok.

Gondok beracun merupakan sebuah kondisi medis yang diakibatkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan pada kelenjar gondok. Penyakit ini bisa menyebabkan keluhan cemas, berdebar-debar, banyak berkeringat, serta berat badan yang semakin menurun.

Penderita dari gondok beracun juga bisa mengeluhkan adanya benjolan di leher serta matanya yang semakin membesar atau melotot.

Penatalaksanaan penyakit gondok bertujuan untuk mengatasi gejala yang disebabkan oleh hipertiroid serta mengurangi pembesaran kelenjar tiroid. Upaya ini bisa meliputi pemberian obat antitiroid, pemberian yodium radioaktif, pemberian obat gondok beracun atau tindakan operasi tiroidektomi.

Pemberian obat antitiroid adalah pilihan yang pertama kali dilakukan karena sangat mudah untuk dilaksanakan. Pemberian obat antitiroid ini juga sangat membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai remisi, yaitu selama 12 sampai 18 bulan.

Akan tetapi pada kenyataannya lebih dari 50% pasien penyakit gondok beracun yang sudah remisi bisa kambuh kembali mengalami gejala hipertiroid.

Faktor klinis yang memengaruhi terjadinya kekambuhan sesudah obat dihentikan yaitu jenis kelamin, usia saat didiagnosis, adanya anggota keluarga yang menderita gondok, merokok, derajat pembesaran kelenjar tiroid, derajat oftalmopati, jenis obat antitiroid yang digunakan, lamanya terapi antitiroid serta kadar Thyroid Receptor Antibody (TRAb).

Peran Sel T Regulator dan Sel T helper 17 pada patofisiologi penyakit gondok sudah diketahui dari berbagai penelitian baik secara in vivo ataupun invitro, akan tetapi perannya pada proses remisi ataupun kambuh belum bisa dibuktikan.

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *